Skip to main content

Posts

Lentera Hati #6 Apa Kabar Salatmu?

APA KABAR... SALATMU? استاذه لبنى (  ٢٠٢٤\١٠\١٨  ) "Dinukil dari kitab Faidul Mukhtaroh ( الفوائد المختارة ) bab Salat"      Salat (ٱلصَّلَاة)  ialah ibarat 'tali penghubung' seorang hamba dengan Allah Swt. Apabila dia ngga salat sama sekali , maka tali tersebut terputus. Apabila salatnya bagus , bagus pula tali penghubung dia dengan Allah Swt. Namun, apabila salatnya buruk , dikerjakan dengan males, dlsb, maka buruk pula tali penghubung antara dia dengan Allah Swt.      Jangan pernah sekalipun menganggap remeh salat!  Jika kehidupanmu berantakan dan bingung darimana memperbaikinya.   Mulailah dari salatmu        Awalnya sholat di akhir waktu, di-qodho, males-malesan, sampai ninggalain salat, mulailah pelan-pelan dari memaksa  dirimu salat tepat waktu, salat di awal waktu. Begitu adzan, meluncur bergegas salat.       Jangan sampai meremehkan salat dalam keadaan apapun. Kalau udah waktunya...

Lentera Hati #5 Menata Waktu

MENATA.... WAKTU Nilai waktu       Banyak di antara kita, mungkin kita salah satu di antaranya, ngga sadar bahwa kekayaan terbesar setelah iman dan islam adalah waktu. Waktu setiap orang tidak sama, masing-masing diberi limit oleh Allah Swt. dan tidak ada yang tau berapa jatah waktu yang  dimiliki. Ada yang waktunya hanya berapa detik lahir di dunia meninggal, ada yang beberapa jam, ada yang beratus ratus tahun seperti Nabi Nuh AS.  Alhamdulillah, kita harus bersyukur sama Allah Swt., ada  early warning , rambu-rambu yang diberitakan langsung oleh Nabi Muhammad ﷺ.  عن أبي هريرة رضي الله تعالى عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم أعمار أمتي ما بين الستين إلى السبعين وأقلهم من يجوز ذلك رواه الترمذي Maknanya, umur umatnya Nabi Muhammad ﷺ di antara 60-70 tahun, dalam arti lain rata-rata umur umatnya dari zaman Nabi ﷺ sampai hari kiamat nanti adalah 60-70 tahun .  Bahkan Nabi ﷺ juga pernah memberikan  danger warning . ...

Lentera Hati #4 Obat Jiwamu

  OBAT... Jiwamu (٢٠٢٤/ ٨ /١٧)  أستاذة  ساره                   Pernah ngga, memberikan pendapat ke teman kita tapi dia menolak halus? Sakit ngga sih rasanya huhu. Zaman dulu,  Rasulallah ﷺ juga pernah ditolak  dakwahnya secara terang-terangan oleh pamannya sendiri.  Nabi  ﷺ  pulang dengan harapan yang kosong, disambut oleh istrinya yang sholehah, yaitu Sayyidah Khadijah.  Fitrah, hakikat perempuan adalah memberikan ketenangan.  Sayidah Khadijah di situ memberikan ketenangan kepada  Rasulallah ﷺ.    Rasulallah ﷺ walaupun memaafkan, tetapi masih mempunyai perasaan.  Rasulallah ﷺ  sedih, sedih dari segi batin. Memikirkan b agaimana mereka nanti mempertanggungjawabkan perilakunya di akhirat kelak . Beda ya sama kita, beberapa di antara kita k alau disakiti orang, kita berharap orang itu mendapatkan musibah dan seneng kalau dia menderita . Bener ngga? 😹 ?? ...

JOURNEY #4 SEFRUIT CERITA

 

Lentera Hati #3 (Yaa Rasulallah...)

  YAA RASULALLAH... Terimalah Kami Umatmu (٢٠٢٤/ ٩ /١ ٨ ) أستاذة زبيدة Alhamdulillah... Kita bersyukur kepada Allah Swt. karena telah menjadikan kita sebagian dari umatnya Rasulallah ﷺ dan kita wajib 'membayar' hal tersebut dengan cara mencintai Nabi ﷺ.  Cinta kepada Nabi ﷺ itu yang bener bagaimana sih? Apakah dengan mengatakan, "Wahai Rasulallah ( ﷺ ) aku cinta sama Engkau"  Tapi kita ngga mengamalkan sunnah, ngga mengamalkan apa-apa yang dilakukan Nabi ﷺ. Apakah itu termasuk cinta kepada Nabi ﷺ? Bukan! Cinta itu ketika menghadirkan Nabi ﷺ dalam setiap langkah kita, menghidupkan sunnah-sunnah Nabi ﷺ, bersemangat menghadiri majelis ilmu. Cinta itu memiliki kaitan dengan keimanan, الـحُبُّ هُوَ الإِيمَانُ Kalau kita beriman, maka kita harus cinta dan kalau kita cinta berarti kita harus beriman pada  Nabi ﷺ. ==============================================================

(-) and (+)

 

Lentera Hati #2 (Bisakah...?)

BISAKAH Bangkit dari Keterpurukan? (٢٠٢٤/ ٨ /١٧) أستاذة نبيلة           Miniatur kehidupan kita pernah dilalui oleh Rasulallah ﷺ supaya kita bisa mengatasi masalah-masalah kehidupan. Perasaan kita saat ini sudah pernah dirasakan oleh Rasulallah ﷺ sebelumnya. Kalau kita pernah merasa hidup kita susah, sempit, gelisah, sedih, sakit, bahagia, Rasulallah ﷺ pernah mengalami semua itu. Rasulallah ﷺ paham perasaanmu, karena beliau ﷺ pernah merasakannya.         Ada satu peristiwa dimana wahyu tidak turun dalam waktu cukup lama. Sampai Rasulallah ﷺ bolak balik naik turun bukit. Kondisi tersebut dilihat oleh kafir Quraisy dan mereka mengatakan perkataan yang menambah kegundahan dan kesedihan hati Rasulallah ﷺ, ada salah satu dari kafir quraisy yang menyeletuk, inti perkataannya mencemooh “ Lihatlah Muhammad, dia sudah gila ”. Kalau kita pernah dituduh ngga bener sama seseorang, Nabi ﷺ pun juga pernah merasakan di posisi seperti itu. Tetapi, ...