Skip to main content

Lentera Hati #5 Menata Waktu

MENATA....
WAKTU

Nilai waktu

     Banyak di antara kita, mungkin kita salah satu di antaranya, ngga sadar bahwa kekayaan terbesar setelah iman dan islam adalah waktu. Waktu setiap orang tidak sama, masing-masing diberi limit oleh Allah Swt. dan tidak ada yang tau berapa jatah waktu yang  dimiliki. Ada yang waktunya hanya berapa detik lahir di dunia meninggal, ada yang beberapa jam, ada yang beratus ratus tahun seperti Nabi Nuh AS. Alhamdulillah, kita harus bersyukur sama Allah Swt., ada early warning, rambu-rambu yang diberitakan langsung oleh Nabi Muhammad ﷺ. 

عن أبي هريرة رضي الله تعالى عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم أعمار أمتي ما بين الستين إلى السبعين وأقلهم من يجوز ذلك رواه الترمذي

Maknanya, umur umatnya Nabi Muhammad ﷺ di antara 60-70 tahun, dalam arti lain rata-rata umur umatnya dari zaman Nabi ﷺ sampai hari kiamat nanti adalah 60-70 tahun

Bahkan Nabi ﷺ juga pernah memberikan danger warning. Beliau ﷺ bersabda,

ومن جاوز الأربعين  ولم يغلب خيره عى شره فليتجهز إلى النار ... 
Siapa yang umurnya sampai 40 tahun tapi kebaikannya belum melebihi keburukannya, hati-hati dan bersiap-siap untuk menuju neraka.

Serem banget ngga sih 😰
Manusia yang cerdas selalu menggunakan waktunya semanfaat mungkin tidak akan membiarkan waktunya sia-sia yang tidak menghasilkan sesuatu, baik untuk dunia maupun akhirat.

  • Kata emas pebisnis "Waktu adalah uang", pebisnis tidak mau rugi karena 1 detiknya bisa menghasilkan uang. 
  • Untuk orang yang akan menikah, semakin waktunya ditunda semakin khawatir lah mereka
  • Sedangkan untuk orang orang yang beriman

الوقت كالسيف فإن قطعته وإلا قطعك

Maknanya, "Waktu seperti pedang, kalau kamu ngga kendalikan (kontrol), pedangnya yang bakal menebasmu"

Coba cek, dari bangun tidur sampai saat ini waktu yang paling manfaat yang mana? Digunakan untuk apa?

Disebutkan dalam hadits lain,

نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس: الصحة، والفراغ  ...

Dari Abdullah bin Abbas, Rasulullah ﷺ bersabda, ada 2 nikmat yang kebanyakan manusia lalai (merugi) yaitu kesehatan dan waktu luang

مغبون (maghbun)

Maknanya seperti orang yang menjual sesuatu di bawah harga seharusnya dan sepantasnya, alhasil dia mendapatkan kerugian.

Orang yang badannya sehat, tapi ngga digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. Orang yang punya waktu luang, ngga disibukkan tugas-tugas profesi, di rumah duduk, tapi sibuk scroll tiktok, sibuk menonton drakor. Habis waktunya, tidak memanfaatkan waktu...rugi.

Nasehat al-Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi tentang waktu (ibarat)

Kalau kamu melihat ada 1 orang berjalan, dia membawa banyak uang dengan nilai mata uang terbesar pada zamannya. Di jalan, dia sebar uangnya sambil ketawa tawa. Model orang begini normal atau kurang waras?

Maka begitulah gambarannya seseorang yang menghambur-hamburkan waktunya yang paling berharga dengan ketawa. Kamu jangan niru model orang seperti itu.

Kuasai waktumu, atur waktumu karena kalau dia hilang ngga bisa diganti. Waktu hilang kemana nyarinya? Sekali dia berjalan, lewat selama-lamanya  😊


Ancaman

Ancaman bagi orang-orang yang sudah mengalami tapi ngga pernah merasa terancam. Diriwayatkan dalam sebuah hadits. Beliau ﷺ bersabda,

لا تقوم الساعة حتى يتقارب الزمان فتكون السنة كالشهر، ويكون الشهر كالجمعة،وتكون الجمعة كاليوم، ويكون اليوم كالساعة،وتكون الساعة كاحتراق السعفة

Tidak mungkin kiamat itu datang sebelum terjadi yang berikut yaitu waktu menjadi terasa singkat. 1 tahun terasa seperti 1 bulan, 1 bulan seperti 1 jumuah (1 pekan), 1 jumuah seperti 1 hari, 1 hari seperti 1 jam, 1 jam seperti terbakarnya pelepah kurma (kalau sekarang seperti orang menghidupkan korek api)

Ancamannya di mana? Kalau kiamat sudah dekat, keberkahan waktu dicabut oleh Allah Swt dan kita ngga tau kapan pastinya Allah Swt cabut. Ngga usah nunggu kiamat, kalau kita ngerasa waktunya cepet, tapi ngga menghasilkan sesuatu yang manfaa,t maka waktunya kita ngga barakah. Kalau 24 jam ngga kita atur, kita ngga menemukan kebahagiaan yang di situ disebabkan oleh adanya keberkahan.


 Cara Manajemen Waktu Ala Ulama

Carilah yang paling penting dalam hidup. Apa itu? Ibadah. Poinnya ada 3,

  • Salat, dijadikan 5 waktu supaya hidup lebih tertata oleh waktu, sebuah harga mati dan ngga bisa diotak-atik. Waktu salat, saya mau begini, saya ada itu, ngga bisa!. Salat mutlak tidak boleh ditinggalkan. Semakin pandai kamu mengelola waktu salat, nilai dirimu di sisi Allah Swt. semakin bagus.
  • Membaca Al-Qur'an
  • Dzikir

Sudahkah mendisiplinkan waktu ibadah kita untuk 3 hal itu???

 ان الدين يسر ولن يشاد الدين أحد إلا غلبه

Sesungguhnya agama ini mudah, tidaklah seseorang mempersulit hidupnya dalam beragama kecuali dia sendiri yang akan dikalahkan oleh sikapnya sendiri.

Maknanya, siapa yang memperberat dirinya sendiri dalam beragama, maka dia akan diperberat sama dirinya. Misal, memaksakan puasa Daud padahal dirinya keberatan, ngga mampu, sementara bisa diambil opsi puasa senin kamis saja yang dirinya mampu. Di situlah dia akan kesulitan istiqomah karena memaksakan sesuatu yang dirinya ngga mampu.

Nabi ﷺ sudah mengajarkan. Hendaknya kamu atur dengan betul-betul tepat. Negosiasi sama diri sendiri, jangan terlampau dipaksakan, tapi jangan terlampau kamu remehkan. Posisinya di tengah-tengah.

Jaga waktu khusus ini jangan diganggu gugat.

A. Waktu sama Allah, waktu khusus akhirat
1. Pagi hari
    Sebelum subuh - terbit matahari
2.  Sebelum matahari tenggelam
     Sebelum maghrib - waktu isya'
3. Malam, 
di saat ngga ada orang yang tau, beribadah lah dengan khusyuk

B. Waktu bersama keluarga 

Baik fisik atau non fisik, jarak jauh atau jarak dekat. Kita mencontoh Nabi ﷺ, bisa dicari riwayatnya. 

Rasulallah ﷺ setelah adzan subuh dan sholat 2 rakaat sebelum subuh, beliau ﷺ berbaring/rebahan (kalau belum bisa ditiru, ini jangan ditiru nanti hilang subuhmu 😂) untuk menemani istrinya yang ngga sholat. Rasulallah ﷺ memanfaatkan waktu yang sesingkat itu untuk keluarganya. Nabi ﷺ juga pernah menyempatkan lomba lari dengan istrinya, bermain dengan para cucunya. 

Dua waktu tersebut, waktu untuk Allah Swt. dan waktu bersama keluarga jika dijaga betul-betul, maka urusan yang lain akan mengikuti.

Wallahu a'lam bishowab

 

Comments

Popular posts from this blog

Social Media and Human Behaviour

  Social Media and Human Behaviour "Eksperimen  Tone Story " Rasa penasaran pada suatu teori membuatku mencoba menganalisis dengan semacam eksperimen sederhana. Memainkan ' Tone  Story ’ yang pernah kubuat berbulan-bulan terakhir. Mulai dari  tone  sedih,  happy, reminder , isu² khilafiyyah pada perkara furu'iyah, atau pencapaian (meskipun seringnya aku hapus lagi). Kebetulan bahan  story -nya ada dan mendukung, jadi aku lanjutin aja deh. Fokusnya di sini aku cuma ingin mempelajari 'respon' orang-orang. Sama sekali bukan ranah 'kuantitas'  viewers story -nya, yang sering dibilang kalau orang liat  story  di  skip ².  So, please read until the end before you judge  👼 Ketika posting yang  happy-happy, daily life aesthetic,  atau cuma  quotes reminder  yang bagus dikit, kebanyakan mentok di  reaction love.  Begitu masuk ke  tone  sedih sama pencapaian responnya benar-benar ' distinc...

Lentera Hati #8 Ada Waktunya (1)

 ADA WAKTUNYA (1) Edisi Jodoh Semua hal di dunia ini sudah diatur Allah Swt. sesuai dengan porsi dan takarannya masing-masing. Kapan waktu dikasihnya pun sudah dicatat detail sama Allah Swt. jadi, kalau memang belum saatnya dikasih tidak akan dikasih sama Allah Swt. Setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya . Kehilangan itu pasti ada dan akan terjadi dunia ini. Namun, seiring berjalannya masa, kita akan merasa lelah dengan urusan dunia. Ada saatnya kita merasakan titik jenuh. Misal,   “Hari-hari berangkat ke kampus, sampai sore di kampus terus pulang, besoknya diulang lagi”.  Jika sudah sampai merasakan kejenuhan itu, tandanya kita sudah memahami bahwasanya dunia itu melalaikan dan semuanya nanti akan dimintai pertanggungjawabannya.  Sering kita dengar,  “ Sabar yaa pasti ada waktunya. ”  Kalau ngga sabar, kita mau apa lagi? Selain,  "Nunggu waktunya dengan sabar , karena nantinya akan merasakan sesuatu indah pada waktunya ."   Dipute...

Lentera Hati #3 (Yaa Rasulallah...)

  YAA RASULALLAH... Terimalah Kami Umatmu (٢٠٢٤/ ٩ /١ ٨ ) أستاذة زبيدة Alhamdulillah... Kita bersyukur kepada Allah Swt. karena telah menjadikan kita sebagian dari umatnya Rasulallah ﷺ dan kita wajib 'membayar' hal tersebut dengan cara mencintai Nabi ﷺ.  Cinta kepada Nabi ﷺ itu yang bener bagaimana sih? Apakah dengan mengatakan, "Wahai Rasulallah ( ﷺ ) aku cinta sama Engkau"  Tapi kita ngga mengamalkan sunnah, ngga mengamalkan apa-apa yang dilakukan Nabi ﷺ. Apakah itu termasuk cinta kepada Nabi ﷺ? Bukan! Cinta itu ketika menghadirkan Nabi ﷺ dalam setiap langkah kita, menghidupkan sunnah-sunnah Nabi ﷺ, bersemangat menghadiri majelis ilmu. Cinta itu memiliki kaitan dengan keimanan, الـحُبُّ هُوَ الإِيمَانُ Kalau kita beriman, maka kita harus cinta dan kalau kita cinta berarti kita harus beriman pada  Nabi ﷺ. ==============================================================