Skip to main content

Lentera Hati #3 (Yaa Rasulallah...)

 YAA RASULALLAH...

Terimalah Kami Umatmu
(٢٠٢٤/ ٩ /١٨) أستاذة زبيدة

Alhamdulillah... Kita bersyukur kepada Allah Swt. karena telah menjadikan kita sebagian dari umatnya Rasulallah ﷺ dan kita wajib 'membayar' hal tersebut dengan cara mencintai Nabi ﷺ. Cinta kepada Nabi ﷺ itu yang bener bagaimana sih? Apakah dengan mengatakan,

"Wahai Rasulallah ( ﷺ ) aku cinta sama Engkau" 

Tapi kita ngga mengamalkan sunnah, ngga mengamalkan apa-apa yang dilakukan Nabi ﷺ. Apakah itu termasuk cinta kepada Nabi ﷺ? Bukan! Cinta itu ketika menghadirkan Nabi ﷺ dalam setiap langkah kita, menghidupkan sunnah-sunnah Nabi ﷺ, bersemangat menghadiri majelis ilmu.
Cinta itu memiliki kaitan dengan keimanan,

الـحُبُّ هُوَ الإِيمَانُ
Kalau kita beriman, maka kita harus cinta dan kalau kita cinta berarti kita harus beriman pada Nabi ﷺ.
==============================================================
Suatu hari Sayyidina Umar bin Khattab berkata, "Yaa Rasulallah, aku mencintaimu Yaa Rasulallah."
Kata Rasulallah ﷺ, "Kau cinta sama aku?," 
Sayyidina Umar menjawab, "Na'am yaa Rasulullah".
"Kau cinta kepadaku. Apakah cintamu padaku melebihi cintamu kepada keluargamu, apakah melebihi cintamu pada anak istrimu?", tanya Rasulallah ﷺ.
Diam Sayyidina Umar tidak berani menjawab, kemudian pergi Sayyidina Umar
Sayyidina Umar datang beberapa hari berikutnya
Mengatakan, "Yaa Rasulallah aku mencintaimu"
Ditanya sama Rasulallah ﷺ, "Yaa Umar apakah cintamu padaku melebihi cinta pada dirimu sendiri, melebihi cintamu pada saudara-saudramu. melebihi cintamu pada anak istrimu."
Sayyidina Umar menjawab, "Na'am yaa Rasulallah, aku mencintaimu lebih dari mencintai diriku sendiri, melebihi cintaku kepada anak istriku."
Jawaban Rasulallah ﷺ, "Al-an, al-an, yaa Umar."
Maknanya
"Sekarang, sekarang yaa Umar baru dinamakan cinta. Baru cintamu itu bener-bener dinamakan cinta."
==============================================================

Dalam kisah lain, kisah Zaid bin Datsinah
Suatu hari Zaid sudah akan dibunuh oleh Kafir Quraisy
Sebelum dibunuh, orang Kafir Quraisy berkompromi dulu, memberikan Zaid pilihan.
"Wahai Datsinah, kalau kau pengin hidup, dibaikin, hidup senang dengan anak istrimu,  ingin bebas, kau gantikan tempatmu ini dengan Muhammad, maka nanti ngga ada gangguan sama sekali, yang penting ganttiin tempatmu ini dengan Muhammad."
Jawaban Zaid, "Nabi Muhammad ﷺ tertusuk duripun aku takkan rela, bagaimana Nabi Muhammad ﷺ akan digantikan untuk dibunuh."
Sampai salah satu dari orang kafir itu takjub dan mengatakan 
"Aku tidak pernah melihat seseorang yang mencintai satu sama lain melebihi cintanya sahabat Muhammad kepada Muhammad."


Nabi Muhammad ﷺ adalah orang yang paling menyayangi kita sebagai umatnya

Kata Nabi ﷺ,
Demi Allah, sungguh aku lebih menyayangi kalian daripada orang tua kalian menyayangi kalian dan lebih daripada kalian menyayangi diri kalian sendiri
Begitu kasih sayangnya Nabi ﷺ untuk kita
Siapa kita? kita adalah ummatnya Rasulallah ﷺ
dan ketahuilah, kasih sayang Nabi ﷺ bukan hanya untuk umatnya yang sholeh-sholehah
Bahkan kasih sayang Nabi ﷺ diberikan kepada umatnya yang banyak dosa


شَفَاعَتِى لأَهْلِ الْكَبَائِرِ مِنْ أُمَّتِى
Syafaatku untuk para pendosa dari umatku

Nabi ﷺ membantu umatnya dengan meng-istighfar-kan umatnya, meminta ampun sama Allah swt. Nabi ﷺ selalu menangis di waktu malam memohon ampunan kepada Allah swt. untuk kita.

Seperti dikisahkan dari Aisyah Radhiyallahu 'anha,
Suatu hari Aisyah pernah menyenangkan hati Nabi ﷺ, sehingga Nabi ﷺ yang selalu membalas kebaikan seseorang mengangkat tangan kemudian Rasulallah ﷺ berdoa,
"Yaa Allah ampunilah Aisyah, dosanya yang dulu maupun yang baru, Yaa Allah ampuni Aisyah dosanya yang secara terang-terangan maupun yang sembunyi sembunyi, Yaa Allah ampuni dosanya Aisyah, dosanya yang dia tau maupun dosa yang tidak dia tau."
Sampai memerah pipinya Aisyah, tersipu saking senangnya
Lalu Nabi ﷺ berkata, "Apakah kamu senang dengan doa itu wahai Aisyah?"
Aisyah menjawab, "Iya yaa Rasulallah, bagaimana aku tidak senang didoakan seoerti ini oleh engkau. Serasa hari ini adalah hari raya untukku."
kata Rasulallah ﷺ, "Wahai Aisyah, jangan 'GR' dulu"


والله إنها لدعوتي لأمتي في كل صلاة
Demi Allah, itulah doaku untuk ummatku di setiap shalat

Tiap malam Rasulallah ﷺ menangis memintakan ampunannya untuk kita
Allahummaghfirli ummati....
Yaa Allah, ampunilah dosa umatku,
yang lalu maupun yang akan datang
yang dilakukan secara terang terangan maupun yang secara sembunyi-sembunyi
yang mereka tau itu dosa maupun yang tidak tau itu dosa
 
Jika kamu adalah bagian dari umatnya maka seharusnya doa Rasulallah ﷺ diijabah oleh Allah swt. karena doa Rasulallah ﷺ selalu diijabah oleh Allah Swt.


Beliau ﷺ yang menjadi pemimpin kita, yang paling indah namanya adalah Nabi Muhammad ﷺ
Allah bercerita tentangnya dalam al-qur'an


لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِٱلْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌ  = telah datang kepada kalian utusan
Sifatnya kaya gimana yaa Allah...
عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ = berat baginya beban yang menimpa

Beban apa yang telah memberatkan punggung Nabi ﷺ? yaitu beban dosa ummatnya. Maksudnya, dosa yang kita bikin, tapi Rasulallah ﷺ yang memohonkan ampun bagi kita

"Yaa Allah ampunilah umatku", setiap hari Rasulallah ﷺ berdoa seperti itu

Kurang apalagi cintanya Nabi ﷺ untuk kita 😭
Cintanya kita yang harus dipertanyakan
Apakah kita sudah mencintai Nabi ﷺ???
Cinta bukan sembarang cinta, cinta kepada Rasulallah ﷺ melebihi cinta kepada diri sendiri, kepada anak kita sendiri, kepada keluarga kita, kepada saudara-saudara kita.
==============================================================
Zaman sekarang kita ngga bisa mencapai ridho Allah dengan sholat karena sholat kita ngga bisa khusyu. Ngga bisa pakai sedekah, karena sedikit sedekahnya dan kurang ikhlas. Akan tetapi, kita bisa sampai kepada Allah dengan cara mencintai Rasulallah ﷺ.
Gimana caranya?
Ketika kamu rindu pada seseorang
Jadikan kuatnya rasa rindu itu sebagaimana rindumu pada Nabi ﷺ
Pernah kah kamu rindu pada seseorang, sampai meneteskan air mata?
Misalnya ketika kangen banget dengan orang tua atau someone special yang sudah ngga ada, pasti ngalir air mata. Anggap rasa rindu yang kamu rasakan itu adalah sebagaimana rindumu kepada Rasulallah ﷺ.
Rindui Nabi ﷺ seperti kamu merindu seseorang sampai ngga bisa tidur, rindui sampai meneteskan air mata
Rindumu dan cintamu pada beliau ﷺ tidak akan sia-sia dan tidak pernah bertepuk sebelah tangan.


Suatu hari Rasulallah ﷺ sedang bersama sahabat-sahabatnya,kemudian memandang langit, tiba-tiba mengalir air matanya dan berkata "Kangen sama umatku, sama pecinta-pecintaku, sama kekasih-kekasihku."
Sahabat cemburu, mereka bilang, "Bukankah kami para pecintamu wahai rasul?"
Rasulallah ﷺ berkata, "Kalian adalah sahabatku."
Sahabat bertanya kembali, "Siapakah para pecintamu yaa Rasul?"
Jawaban Rasulallah ﷺ


Mereka adalah orang-orang yang datang setelah kalian, mereka tidak pernah melihatku, tidak pernah memandang wajahku, akan tetapi mereka mengalir air matanya ketika rindu padaku. Mereka  itulah pecinta-pecintaku. Aku akan menanti mereka di depan telagaku


Jika tiga hal ini bisa kamu lakukan,

  • Lisanmu banyak menyebut namanya Rasulallah ﷺ,
  • Anggota tubuhmu mengikuti cara-cara Rasulallah ﷺ melaksanakan sunnah-sunnahnya,
  • Hatimu dipenuhi dengan cinta kepada Rasulallah ﷺ.


Apabila datang sakaratul maut, bukan hal yang mustahil jika Rasulallah ﷺ sendiri yang akan datang menemanimu. Bukan hal yang mustahil kalau Rasulallah ﷺ yang mencari kamu di padang mahsyar. Karena ngga semua umatnya diakui Rasulallah ﷺ sebagai umatnya.
Semoga kita diakui menjadi umatnya Rasulallah ﷺ dan semoga dianugerahkan rasa cinta yang sebenar-benarnya cinta pada Rasulallah ﷺ. Aamiin aamiin, yaa rabbal 'alamiin.

Wallahu a'lam bishowab.


Comments

Popular posts from this blog

Social Media and Human Behaviour

  Social Media and Human Behaviour "Eksperimen  Tone Story " Rasa penasaran pada suatu teori membuatku mencoba menganalisis dengan semacam eksperimen sederhana. Memainkan ' Tone  Story ’ yang pernah kubuat berbulan-bulan terakhir. Mulai dari  tone  sedih,  happy, reminder , isu² khilafiyyah pada perkara furu'iyah, atau pencapaian (meskipun seringnya aku hapus lagi). Kebetulan bahan  story -nya ada dan mendukung, jadi aku lanjutin aja deh. Fokusnya di sini aku cuma ingin mempelajari 'respon' orang-orang. Sama sekali bukan ranah 'kuantitas'  viewers story -nya, yang sering dibilang kalau orang liat  story  di  skip ².  So, please read until the end before you judge  👼 Ketika posting yang  happy-happy, daily life aesthetic,  atau cuma  quotes reminder  yang bagus dikit, kebanyakan mentok di  reaction love.  Begitu masuk ke  tone  sedih sama pencapaian responnya benar-benar ' distinc...

Lentera Hati #8 Ada Waktunya (1)

 ADA WAKTUNYA (1) Edisi Jodoh Semua hal di dunia ini sudah diatur Allah Swt. sesuai dengan porsi dan takarannya masing-masing. Kapan waktu dikasihnya pun sudah dicatat detail sama Allah Swt. jadi, kalau memang belum saatnya dikasih tidak akan dikasih sama Allah Swt. Setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya . Kehilangan itu pasti ada dan akan terjadi dunia ini. Namun, seiring berjalannya masa, kita akan merasa lelah dengan urusan dunia. Ada saatnya kita merasakan titik jenuh. Misal,   “Hari-hari berangkat ke kampus, sampai sore di kampus terus pulang, besoknya diulang lagi”.  Jika sudah sampai merasakan kejenuhan itu, tandanya kita sudah memahami bahwasanya dunia itu melalaikan dan semuanya nanti akan dimintai pertanggungjawabannya.  Sering kita dengar,  “ Sabar yaa pasti ada waktunya. ”  Kalau ngga sabar, kita mau apa lagi? Selain,  "Nunggu waktunya dengan sabar , karena nantinya akan merasakan sesuatu indah pada waktunya ."   Dipute...