Skip to main content

Lentera Hati #6 Apa Kabar Salatmu?

APA KABAR...
SALATMU?

استاذه لبنى
٢٠٢٤\١٠\١٨ )

"Dinukil dari kitab Faidul Mukhtaroh ( الفوائد المختارة ) bab Salat"

    Salat (ٱلصَّلَاة)  ialah ibarat 'tali penghubung' seorang hamba dengan Allah Swt. Apabila dia ngga salat sama sekali, maka tali tersebut terputus. Apabila salatnya bagus, bagus pula tali penghubung dia dengan Allah Swt. Namun, apabila salatnya buruk, dikerjakan dengan males, dlsb, maka buruk pula tali penghubung antara dia dengan Allah Swt.

    Jangan pernah sekalipun menganggap remeh salat! Jika kehidupanmu berantakan dan bingung darimana memperbaikinya. 

Mulailah dari salatmu 

    Awalnya sholat di akhir waktu, di-qodho, males-malesan, sampai ninggalain salat, mulailah pelan-pelan dari memaksa  dirimu salat tepat waktu, salat di awal waktu. Begitu adzan, meluncur bergegas salat. 

    Jangan sampai meremehkan salat dalam keadaan apapun. Kalau udah waktunya salat, mau ngga mau ya salat. Kita sudah dikasih banyak keringanan. Misalnya masih dalam perjalanan, Allah Swt. memberi keringanan untuk dijamak sholatnya (> 42 km ), misalnya perjalanan mencapai 82 km bisa di qoshor. Orang yang menikah boleh salat jamak-qoshor dengan syarat memenuhi batas jarak minimalnya (nikahnya di luar kota). Lain halnya jika nikahnya masih di desanya, di rumahnya sendiri, jangan jamak qoshor. Diusahakan dia mempunyai wudhu sebelum di-make up kalau acara pernikahannya diprediksi menabrak waktu salat.

    Sebuah cerita tentang bagaimana salafus sholeh ketika tertinggal salat berjamaah.        

   Dikisahkan Ubaidillah bin Umar Al Qowariri, bahwasanya beliau tidak pernah meninggalkan salat isya' berjamaah meskipun sekali. Pada suatu malam, beliau kedatangan tamu hingga terlewat waktu salat berjamaah. Beliau pergi ke masjid-masjid di kota Bashroh untuk mencari orang yang sedang melaksanakan salat berjamaah, tetapi nihil tidak mendapati satupun yang sedang salat berjamaah. Akhirnya beliau kembali ke rumah dan berkata, "Salat jamaah itu lebih baik 27 derajat dari pada salat sendiri, maka aku akan melakukan salat isya' 27 kali sebagai pengganti salat jamaahku". 

        Selesai salat, beliau tertidur dan bermimpi sedang menaiki kuda, tetapi kudanya kalah cepat dengan sekelompok kaum. Semakin beliau kejar semakin tertinggal, tetap tidak bisa sampai kecepatannya. Salah satu dari mereka berkata, "Kamu itu ngga bakal bisa menyusul kami". Beliau bertanya, "Kenapa memangnya?".  "Karena kami telah melakukan salat isya' berjamaah, sedangkan kamu salat sendirian," jawabnya. Terbangun dari tidurnya, beliau merasa sangat sedih dengan hal tersebut, sampai beliau ngga pernah lagi meninggalkan salat berjamaah. 

Salat berjamaah lebih baik daripada salat sendirian

Allah Swt. menjamin 5 perkara bagi orang yang salat berjamaah dan istiqomah, yaitu :

1. Selamat dari kesusahan hidup;

2. Selamat dari siksa kubur;

3. Menerima catatan amal dengan tangan kanan nya;

4. Melewati jembatan shiroth dengan secepat kilat yang menyambar;

5. Masuk surga tanpa di hisab.


💥Menjaga sholat di awal waktu 💥

Dalam sebuah hadits, Rasulullah  bersabda,

 فضل اول الوقت على آخره كفضل الآخرة على الدنيا

"Keutamaan awal waktu atas akhir waktu seperti keutaaman akhirat atas dunia."

Di hadits lain, Rasulullah  bersabda,

اول الوقت رضوان الله وآخره عفو الله

"Awal waktu adalah keridhaan Allah, sedangkan akhirnya adalah ampunan Allah"

Maksudnya, orang yang salat di awal waktu akan mendapat ridha Allah sedangkan orang yang salat di akhir waktu mendapat ampunan Allah.

Nasehat dari Imam Abdullah bin Alwi bin Muhammad Al Haddad tentang salah satu solusi orang yang malas beribadah

Beliau berkata, "Kapan saja kamu  dapati dirimu males ibadah sama Allah, atau condong pengen maksiat, maka ingatlah dan ingatkanlah hatimu, dengan hal berikut ini:"

  1. Bahwa Allah Swt. melihatmu, mengetahui rahasiamu, serta isi hatimu. Allah mengetahui segala apa yang kamu lakukan. 
  2. Bahwa ada dua malaikat yang selalu mengikutimu di manapun kapanpun kamu berada, mereka senantiasa menulis kebaikan dan keburukanmu. 
  3. Dekatnya kematian dan kematian ngga ada yang tau kapan datangnya. Sesungguhnya kematian adalah perkara gaib yang paling dekat masa penantiannya. Kematian akan datang secara tiba-tiba, jika datang dalam keadaan yang tidak Allah ridhoi maka dirimu akan rugi yang ngga ada batasnya. 

Apabila ancaman tersebut tetap ngga mempan, maka

Ingatlah janji Allah bagi orang-orang yang taat kepada-Nya, yaitu mereka akan memperoleh pahala yang besar. Sedangkan ancaman siksaan yang pedih bagi orang yang menentang kepada-Nya.

Katakanlah pada dirimu sendiri, 

Wahai jiwaku, ada teguran setelah kematian. Tidak ada tempat lain sesudah dunia ini kecuali surga dan neraka. Pilihannya hanya ada dua, tidak ada pilihan ke-3 atau 4. Maka pintar-pintar lah memilih untuk dirimu sendiri

Kalau kamu memilih ketaatan, hasilnya akan mendapat keberuntungan, keridhoan Allah, kekal di dalam surga, dapat memandang Allah Swt dan dapat bertemu Baginda Nabi Muhammad 

Sedangkan kalau kamu memilih jalan bermaksiat kepada Allah Swt, kamu akan menjadi hina, bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat. Dunia akhirat mendapat murka Allah dan terpenjara di dalam neraka

 

Wallahua'lam bishowab.



Comments

Popular posts from this blog

Social Media and Human Behaviour

  Social Media and Human Behaviour "Eksperimen  Tone Story " Rasa penasaran pada suatu teori membuatku mencoba menganalisis dengan semacam eksperimen sederhana. Memainkan ' Tone  Story ’ yang pernah kubuat berbulan-bulan terakhir. Mulai dari  tone  sedih,  happy, reminder , isu² khilafiyyah pada perkara furu'iyah, atau pencapaian (meskipun seringnya aku hapus lagi). Kebetulan bahan  story -nya ada dan mendukung, jadi aku lanjutin aja deh. Fokusnya di sini aku cuma ingin mempelajari 'respon' orang-orang. Sama sekali bukan ranah 'kuantitas'  viewers story -nya, yang sering dibilang kalau orang liat  story  di  skip ².  So, please read until the end before you judge  👼 Ketika posting yang  happy-happy, daily life aesthetic,  atau cuma  quotes reminder  yang bagus dikit, kebanyakan mentok di  reaction love.  Begitu masuk ke  tone  sedih sama pencapaian responnya benar-benar ' distinc...

Lentera Hati #8 Ada Waktunya (1)

 ADA WAKTUNYA (1) Edisi Jodoh Semua hal di dunia ini sudah diatur Allah Swt. sesuai dengan porsi dan takarannya masing-masing. Kapan waktu dikasihnya pun sudah dicatat detail sama Allah Swt. jadi, kalau memang belum saatnya dikasih tidak akan dikasih sama Allah Swt. Setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya . Kehilangan itu pasti ada dan akan terjadi dunia ini. Namun, seiring berjalannya masa, kita akan merasa lelah dengan urusan dunia. Ada saatnya kita merasakan titik jenuh. Misal,   “Hari-hari berangkat ke kampus, sampai sore di kampus terus pulang, besoknya diulang lagi”.  Jika sudah sampai merasakan kejenuhan itu, tandanya kita sudah memahami bahwasanya dunia itu melalaikan dan semuanya nanti akan dimintai pertanggungjawabannya.  Sering kita dengar,  “ Sabar yaa pasti ada waktunya. ”  Kalau ngga sabar, kita mau apa lagi? Selain,  "Nunggu waktunya dengan sabar , karena nantinya akan merasakan sesuatu indah pada waktunya ."   Dipute...

Lentera Hati #3 (Yaa Rasulallah...)

  YAA RASULALLAH... Terimalah Kami Umatmu (٢٠٢٤/ ٩ /١ ٨ ) أستاذة زبيدة Alhamdulillah... Kita bersyukur kepada Allah Swt. karena telah menjadikan kita sebagian dari umatnya Rasulallah ﷺ dan kita wajib 'membayar' hal tersebut dengan cara mencintai Nabi ﷺ.  Cinta kepada Nabi ﷺ itu yang bener bagaimana sih? Apakah dengan mengatakan, "Wahai Rasulallah ( ﷺ ) aku cinta sama Engkau"  Tapi kita ngga mengamalkan sunnah, ngga mengamalkan apa-apa yang dilakukan Nabi ﷺ. Apakah itu termasuk cinta kepada Nabi ﷺ? Bukan! Cinta itu ketika menghadirkan Nabi ﷺ dalam setiap langkah kita, menghidupkan sunnah-sunnah Nabi ﷺ, bersemangat menghadiri majelis ilmu. Cinta itu memiliki kaitan dengan keimanan, الـحُبُّ هُوَ الإِيمَانُ Kalau kita beriman, maka kita harus cinta dan kalau kita cinta berarti kita harus beriman pada  Nabi ﷺ. ==============================================================