FORGIVENESS
Balas Sakit Hatimu dengan Memaafkannya
Sudahkah hatimu merasa tenang dan damai?
Atau kamu masih terjebak dalam pusaran sakit hati yang tak kunjung usai?
Ada banyak kasus dimana suatu penyakit disebabkan oleh emosi atau luka batin yang belum sembuh. Seseorang bisa terkena suatu penyakit karena dia ngga ridho dengan semua yang dihadapi, ngga ridho dengan Allah Swt, dan belum memaafkan orang lain. Padahal, perlu kita ketahui bahwasanya akhlak meminta maaf dan memaafkan sejatinya berasal dari akhlaknya Nabi Muhammad Saw.
Allah memberi keutamaan bagi orang yang memaafkan. Kalau kita ngga gengsi, ngga sombong, dan mau memaafkan, kita akan mendapatkan ampunan-Nya. Allah men-delete dosa seseorang itu gampang banget, masa kita malah gengsi ngga jelas untuk memaafkan seseorang. Mempertahankan ego diri sendiri itu untuk apa gunanya? 😇
Kita diperintahkan Allah untuk menjadi hamba-Nya yang mudah memaafkan, seperti firman Allah dalam QS Al-A'raf ayat 199,
“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan kebaikan…”
Kenapa harus jadi pemaaf? Karena luka batin itu ngga main-main, kawan. Hidup terus berjalan dan kita ngga lepas dari melewati kerikil-kerikil, batu besar, bahkan gunung sekalipun. Namun, jika seseorang bisa menjadi orang yang mudah memaafkan (pemaaf), maka dia menunjukan memiliki akhlak[3]. Akhlak yang baik ditunjukkan dengan tetap memberi ke orang yang menghalangi dia, memaafkan orang-orang yang nyakitin dia, membuat orang ngga suka sama dia, dzalim, dan perbuatan kurang baik lainnya. Dorprize-nya adalah pahala yang paling kita butuhkan di akhirat nanti, yaitu:
إذ وقف العباد نادى مناد ليقم من أجره على الله وليد خل الجنة قيل : ومن ذا الذي أجره لله ? قل : العفون عن النا س فقام كذا و كذا ألفا فد خلوا الجنة بغير حساب
Ketika para hamba berdiri di Mauqif, akan ada seruan: “Berdirilah dan masuklah surga, orang yang memiliki ganjaran di sisi Allah. Siapakah orang yang memiliki ganjaran di sisi Allah?” Nabi bersabda: “Orang yang memaafkan kesalahan orang lain. Lalu berdirilah beribu-ribu orang, lantas mereka masuk ke surga tanpa hisab.”
رأيت ليلة أسري في قصورا مستوية على الجنة فقلت يا جبريل لمن هد ? فقاللكاظمين الغيظ و العافين عن الناس
"Pada malam isra’ mi’raj. Aku melihat istana-istana di dalam surga. Maka Aku bertanya,”Wahai Jibril, untuk siapakah ini?” Jibril menjawab, “Milik orang-orang yang meredam amarahnya dan memaafkan kesalahan orang"
Seperti dijelaskan juga dalam Kisahnya Abu Dhom-Dhom[1]
Pada waktu itu Rasulallah saw sedang duduk bersama para sahabatnya. Kemudian beliau bersabda, “Sebentar lagi akan masuk seseorang calon penghuni surga”. Lalu datanglah seorang laki-laki anshar. Nabi bersabda dengan kalimat yang sama di keesokan harinya dan muncullah laki-laki yang sama. Di hari ketiga, Rasulullah kembali mengulangi sabdanya ketiga kalinya dan muncul laki-laki yang sama juga.
Saking penasarannya, ada salah satu sahabat yang rela menginap selama tiga hari di rumah laki-laki anshar itu untuk mencari tau amalan Istimewa apa yang dia kerjakan. Setelah diamati selama tiga hari, sahabat itu tidak mendapati amalan yang luar biasa. Akhirnya bertanyalah sahabat itu. Lelaki anshar itu menjawab, “Aku tidak memiliki sesuatu yang Istimewa selain apa yang kamu lihat, hanya saja aku tidak pernah dengki dan merasa iri kepada seorang pun dari kaum muslimin, aku selalu memaafkan mereka semua yang mendzalimiku.”
See? Se Istimewa itu balasan dari Allah Swt. jika bisa memaafkan orang lain.
Lepaskan emosi di hatimu, ketika kamu merasa tersakiti, tidak dihargai, atau terus menerus di-dzalimi. Apa yang selama ini kamu lakukan? Memendam gejolak emosi dalam hati atau mencoba memaafkan perbuatanmya. Ingatlah ketika ada yang menyakiti Nabi, melempar kotoran binatang ketika Nabi menuju ke masjid. Nabi tidak pernah marah atau menyimpan dendam justru memaafkannya, dan ketika orang yang menyakiti Nabi sedang sakit, Nabi adalah orang pertama yang menjenguknya.
Bagaimana denganmu? Sudah memaafkan dia? Berilah 100 alasan (kiasan banyaknya alasan) atas perbuatannya itu padamu. Dadamu yang penuh sesak, maafkanlah. Air mata yang tertahan, lepaskanlah. Emosi yang kamu simpan jangan ditahan. Maafkan dia setulus hati seluas yang ada di langit dan bumi
Allah Swt. berfirman dalam QS An-Nur ayat 22,
"Dan hendaklah mereka memaafkan serta berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu? Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Jangan merasa hina atau lemah karena memaafkan, karena Allah Swt akan membalas dengan kemuliaan. Aku ngga bisa memaafkan karena tapi hatiku terlalu sakit, gimana? Misalnya kita luka kena pisau dan berdarah, apakah kita biarkan aja lukanya atau diobati?. Pasti diobati karena ngga mungkin luka dibiarkan luput oleh mata kita. Begitu juga dengan sakit hati. Obat sakit hati adalah memaafkan, meskipun memaafkan tidak mudah, berproseslah sedikit demi sedikit insyaallah kamu akan sembuh.
💦 FAQ 💦
Gimana cara ngilangin kesel?
Andaikan punya rasa kesel atau jengkel sama orang, jangan sampai kamu tunjukkan dengan wajah jengkel. Kenapa? Karena itu nafsu. Ngelawan nafsu itu susah maka harus berusaha. Kita kalau melawan nafsu sendiri, maka kita sedang berjihad. Apakah yang dimaksud hawa nafsu? Contoh simpelnya, kita udah makan tapi kita masih mau beli-beli yang lain. Cara ampuh ngilangin kesel sama orang adalah "تهادوا تحابوا" (Tahadu, tahabu) artinya, saling memberi hadiah supaya saling mencintai 💖
Gimana hatinya bisa tenang, ngga benci sama seseorang?
Berdoa! Kalau kita berdoa meminta ketenangan hati, insyaallah, Allah akan bantu berikan ketenangan
Silent treatment itu boleh ngga sih?
Gini, yang ngecewaiin kamu itu orangnya atau perbuatannya? Kita bisa benci perbuatannya, tapi jangan orangnya. Kita males sama perbuatannya, tapi bukan males sama orangnya. Karena dia juga umatnya Rasulallah saw., yang selalu Rasulallah saw menyebut ummati-ummati. Cukup bicara seperlunya aja sama dia.
Therapy Meminta Maaf
Tutup mata dan bayangkan wajah orang-orang yang kita sakiti, ucapkanlah dengan tulus dari lubuk hati terdalam "Fulan (sebut nama) aku mita maaf karena telah ..."
Therapy Memaafkan
Tutup mata dan bayangkan orang yang mendzalimi kita, baik yang sekiranya bisa dimaafkan atau sulit dimaafkan, atau terlalu berat untuk dimaafkan. Ucapkan padanya (1 per satu), “Walaupun kamu (sebut namanya) telah berbuat ini padaku (sebut perbuatannya), aku maafkan kamu setulus hati”
Kejadian yang sudah terjadi adalah takdirnya Allah Swt. Allah mengizinkan sampainya keburukan ke diri kita tujuannya untuk menguji diri kita. Maka kita harus singkirkan rasa ngga terimanya sama Allah Swt. Injek nafsu dan ego kita untuk menerima kehendak Allah
Referensi:
[1] مسند أحمد بن حنبل (٣/١٦٦)
Wallahu a'lam bishowab

Comments
Post a Comment