Skip to main content

Lentera Hati #8 Ada Waktunya (1)

 ADA WAKTUNYA

(1) Edisi Jodoh

Semua hal di dunia ini sudah diatur Allah Swt. sesuai dengan porsi dan takarannya masing-masing. Kapan waktu dikasihnya pun sudah dicatat detail sama Allah Swt. jadi, kalau memang belum saatnya dikasih tidak akan dikasih sama Allah Swt.

Setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya. Kehilangan itu pasti ada dan akan terjadi dunia ini. Namun, seiring berjalannya masa, kita akan merasa lelah dengan urusan dunia. Ada saatnya kita merasakan titik jenuh. Misal, 

“Hari-hari berangkat ke kampus, sampai sore di kampus terus pulang, besoknya diulang lagi”. 

Jika sudah sampai merasakan kejenuhan itu, tandanya kita sudah memahami bahwasanya dunia itu melalaikan dan semuanya nanti akan dimintai pertanggungjawabannya. Sering kita dengar, 

Sabar yaa pasti ada waktunya.” 

Kalau ngga sabar, kita mau apa lagi? Selain, 

"Nunggu waktunya dengan sabar, karena nantinya akan merasakan sesuatu indah pada waktunya." 

Diputer-puter begitu terus kalimat motivasinya 😂 

Ini lho ganjaran atau pahalanya orang sabar,

وقال عليه الصلاة و السلام: إذا حدث على عبد مصيبة في بدنه أو ماله أوولده فا ستقبل ذلك بصبر جميل استحيا الله يوم القيامة أن ينصب له ميز انا أوينشر له ديوانا تم الكتاب والحمد الله رب العالمين

“Allah menjanjikan kebaikan bagi hamba yang bersabar. ketika terjadi musibah pada seorang hamba baik pada raganya(badannya), harta, atau anaknya. Kemudian dia hadapi dengan sabar, pada hari kiamat nanti, Allah Swt. malu untuk memasangkan timbangan dan membentangkan buku amalannya.” [1]

Bukan hanya itu, Rek! Ingat kata Rasulallah Saw.,

وقال عليه الصلاة والسلام:  صبر ساعة خير من الدنيا و ما فيها

“Sabar sesaat itu lebih baik daripada dunia seisinya” [1]

Sesuatu yang belum saatnya kita miliki (rezeki dan jodoh) maka sabarlah, serta sesuatu yang belum saatnya datang menghampiri (maut) maka persiapkanlah. Jangan khawatir soal jodoh. Urusannya manusia itu ngga selesai-selesai kalau kamu mau ndengerin. Pertama ditanya, “kamu kapan nikah?”, udah nikah ditanya lagi, “kok belum punya anak?”. Pas udah punya anak ditanya ini itu dan seterusnya, ngga bakal selesai.

Allah Swt. sudah menulis di catatan-Nya, saatnya kapan hanya Allah yang tau. Ketika kita berpikir bahwa sudah pantes menikah dengan dia, belum tentu juga sudah pantas menurut Allah Swt. Kalau Allah Swt belum menjodohkan, ngga bakal jodoh. “Aku udah usia sekian, tapi belum menikah”. Balik lagi, harus s-a-b-a-r, berusaha, dan berprasangka baik sama Allah Swt. Karena, 

Jodoh bukan persoalan kamu mengingikannya, tetapi persoalan dimana kamu sudah membutuhkannya

Sekian lama ditunggu nanti bakal datang juga Bang Thoyyib-mu. Tenang! Pokoknya pasrah sama Allah Swt., kita minta agar selalu berada di jalannya Allah Swt. 

Disebutkan dalam QS. An-Nahl ayat 1:

"Ketetapan Allah pasti datang. Maka jangan meminta agar dipercepat kedatangannya....."

Jadi, ukhti jangan memaksa dicepetin ketetetapannya Allah Swt. yaa! Karena kalau sudah jodoh pasti Alllah Swt akan mendekatkan. Bang Thoyyib-mu sudah diatur oleh Dia yang paling ngerti soal kamu dan yang paling sayang sama kamu. Siapa Dia? Allah Swt. Namanya jodoh, jika Allah Swt menakdirkan dua hati Bersatu, ngga ada yang ngga mungkin, karena mutlak sesuai ketetapan Allah Swt dan itu adalah rahasianya Allah Swt.

Misalnya di kemudian hari akan cerai, tetapi kalau sudah ketetapan-Nya kalian berjodoh maka bakal Allah Swt balikin dia lagi. Pun jika misalnya kamu kekeuh ngga mau jodohnya botak, tetapi kalau jodohmu itu sudah ditetapkan botak sama Allah, yaa kamu dapetnya akhi botak.

Cinta itu hadir setelah menikah. Hati-hati! Jika sebelum menikah udah sangat mencintai dia jauh lebih dalam daripada mencintai Allah Swt dan Rasul-Nya, bisa jadi itu obsesi atau nafsu semata bukan cinta yang sesungguhnya

Jika kamu tidak berjodoh dengan Bang Thoyyib yang diam-diam kamu doakan, bisa jadi Bang Thoyyib-mu adalah orang yang diam-diam selalu menyebut namamu dalam doanya. Doa Bang Thoyyib tadi yang ternyata diijabah Allah Swt.

Wallahu a’lam bishowab 


Referensi:

[1] تنقيح القول


Comments

Popular posts from this blog

Social Media and Human Behaviour

  Social Media and Human Behaviour "Eksperimen  Tone Story " Rasa penasaran pada suatu teori membuatku mencoba menganalisis dengan semacam eksperimen sederhana. Memainkan ' Tone  Story ’ yang pernah kubuat berbulan-bulan terakhir. Mulai dari  tone  sedih,  happy, reminder , isu² khilafiyyah pada perkara furu'iyah, atau pencapaian (meskipun seringnya aku hapus lagi). Kebetulan bahan  story -nya ada dan mendukung, jadi aku lanjutin aja deh. Fokusnya di sini aku cuma ingin mempelajari 'respon' orang-orang. Sama sekali bukan ranah 'kuantitas'  viewers story -nya, yang sering dibilang kalau orang liat  story  di  skip ².  So, please read until the end before you judge  👼 Ketika posting yang  happy-happy, daily life aesthetic,  atau cuma  quotes reminder  yang bagus dikit, kebanyakan mentok di  reaction love.  Begitu masuk ke  tone  sedih sama pencapaian responnya benar-benar ' distinc...

Lentera Hati #3 (Yaa Rasulallah...)

  YAA RASULALLAH... Terimalah Kami Umatmu (٢٠٢٤/ ٩ /١ ٨ ) أستاذة زبيدة Alhamdulillah... Kita bersyukur kepada Allah Swt. karena telah menjadikan kita sebagian dari umatnya Rasulallah ﷺ dan kita wajib 'membayar' hal tersebut dengan cara mencintai Nabi ﷺ.  Cinta kepada Nabi ﷺ itu yang bener bagaimana sih? Apakah dengan mengatakan, "Wahai Rasulallah ( ﷺ ) aku cinta sama Engkau"  Tapi kita ngga mengamalkan sunnah, ngga mengamalkan apa-apa yang dilakukan Nabi ﷺ. Apakah itu termasuk cinta kepada Nabi ﷺ? Bukan! Cinta itu ketika menghadirkan Nabi ﷺ dalam setiap langkah kita, menghidupkan sunnah-sunnah Nabi ﷺ, bersemangat menghadiri majelis ilmu. Cinta itu memiliki kaitan dengan keimanan, الـحُبُّ هُوَ الإِيمَانُ Kalau kita beriman, maka kita harus cinta dan kalau kita cinta berarti kita harus beriman pada  Nabi ﷺ. ==============================================================